Apa itu Lensa Berwarna Cerium?

Cerium Tinted Lenses adalah lensa yang diwarnai dengan warna/panjang gelombang yang presisi. Lensa ini, diwarnai dengan cara yang sangat tepat, dipakai sebagai kacamata, dan telah menunjukkan manfaat bagi individu dengan masalah Stres Visual, Irlens, Disleksia dan migrain dll.

Apa itu Sindrom Irlen?

Sindrom Irlen (juga kadang-kadang disebut sebagai Sindrom Meares-Irlen, Sindrom Sensitivitas Scotopik, dan Stres Visual) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan ketidaknyamanan visual dan gangguan pemrosesan persepsi. Ini bukan masalah optik. Ini adalah masalah ketika otak berjuang untuk memproses informasi visual, menyebabkan seseorang kesulitan membaca, dan mengalami berbagai tingkat kelelahan dan kesulitan ketika melihat teks.

Gejala nya termasuk:

  1. Pergerakan teks tercetak
  2. Mengaburkan cat
  3. Huruf berubah dalam ukuran atau bentuk
  4. Pola dalam cetakan (kadang-kadang digambarkan sebagai sungai atau cacing)
  5. Lingkaran warna di sekitar huruf atau kata
  6. Mudah lelah saat membaca
  7. Sakit kepala atau ketidaknyamanan visual

shutterstock_788980255

Mereka yang merasa membaca itu melelahkan dan tidak menyenangkan mungkin tanpa sadar mengalami Sindrom Irlens (Stres Visual).

How might colour help?

Reading,Ruler,,Coloured,Overlay,Guide,To,Help,Reading,For,People

Dalam beberapa kasus, gejala tekanan visual dapat dikurangi dengan penggunaan filter berwarna: lapisan berwarna yang ditempatkan di atas teks atau lensa berwarna yang dikenakan pada kacamata.

Sementara lapisan berwarna berguna saat membaca dari buku, lensa berwarna presisi lebih nyaman saat menyalin dari papan tulis atau bagi individu yang sangat peka terhadap cahaya dan mungkin mengalami sakit kepala dan ketegangan mata saat mencoba membaca.

Oleh karena itu, meresepkan lensa berwarna presisi adalah bantuan jangka panjang. Dari peningkatan sederhana dalam kinerja membaca hingga transformasi dramatis dalam kualitas hidup.

Disleksia

Stres visual bukanlah disleksia, tetapi dapat berjalan bersamaan.

Disleksia memiliki etiologi multifaktorial. Ada bukti kuat bahwa faktor penyebab utama disleksia adalah defisit kesadaran fonologis, yang tidak dapat menerima pengobatan optometrik. Namun, beberapa individu dengan disleksia memiliki masalah visual yang terjadi bersamaan yang dapat ditangani oleh spesialis penglihatan.

Diyakini bahwa hingga 20% penderita disleksia mungkin juga menderita gejala stres visual yang dapat dibantu melalui penggunaan warna

Kondisi Neurologis Lainnya

Penelitian awal telah menunjukkan bahwa penggunaan warna yang presisi, dalam beberapa kasus, dapat mengurangi gejala stres visual bagi individu yang didiagnosis dengan gangguan spektrum autisme. Pasien cedera otak juga mempunyai, secara anekdot, menunjukkan beberapa manfaat dengan warna yang dipilih. Penelitian ini sedang berlangsung.